Fasilitas kebersihan yang memadai di lokasi darurat atau pengungsian bencana menjadi penentu utama pencegahan penularan penyakit menular. Melengkapi program tanggap darurat yang telah menyalurkan penyediaan paket hygiene kit bagi pengungsi, sarana sanitasi umum kini diperbanyak di lapangan. Para santri mendirikan titik-titik pembersihan diri portabel yang dilengkapi dengan sabun pembersih kuman di berbagai sudut pemukiman serta posko darurat di Nusa Tenggara Timur.
Pemasangan pos cuci tangan portabel ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat pengungsi dan anak-anak dalam menjaga kebersihan jemari tangan setiap saat. Tangki penampung air bersih kapasitas sedang dipasang pada kerangka besi yang kokoh dan dilengkapi dengan kran air hemat guna menjaga pasokan. Sabun cair pembunuh kuman digantung tepat di samping kran lengkap dengan petunjuk langkah mencuci tangan yang benar. Akses kebersihan ini mengurangi risiko diare di pengungsian.
Para santri relawan secara bergantian bertugas mengisi ulang pasokan air bersih dan sabun antiseptik di setiap stasiun sanitasi tersebut. Mereka juga memberikan imbauan langsung kepada warga pengungsi agar selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas dari luar. Kebiasaan hidup bersih terus ditanamkan agar kualitas kesehatan pengungsi tetap terjaga meski berada dalam keterbatasan. Respon anak-anak pengungsian sangat antusias memanfaatkan fasilitas cuci tangan ini.
Keberadaan titik pembersihan tangan ini ditempatkan di lokasi strategis seperti dekat dapur umum, tenda medis, dan arena bermain anak. Kebersihan tangan yang terjaga menekan tingkat penularan infeksi saluran pernapasan dan penyakit pencernaan di area padat pengungsi. Petugas kesehatan di lapangan merasa sangat terbantu dengan berkurangnya keluhan sakit ringan dari para pengungsi. Kehadiran pos sanitasi ini menciptakan suasana pengungsian yang lebih higienis.
Pimpinan pengungsian setempat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian para santri Pondok Pesantren Madinatuddiniyah Babul. Bantuan sarana kebersihan yang praktis ini dinilai sangat membantu menjaga kesehatan masyarakat di tengah situasi bencana alam. Sinergi kemanusiaan ini membawa harapan dan rasa aman bagi para korban yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka. Dukungan sarana fisik kebersihan terus dipelihara.
Inisiatif penyediaan fasilitas sanitasi publik oleh santri NTT ini menegaskan pentingnya menjaga kebersihan diri dalam kondisi darurat sekalipun. Penerapan pola hidup bersih dan sehat menjadi pilar utama dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat di lokasi bencana. Komitmen pengabdian kemanusiaan ini akan terus dilanjutkan hingga seluruh fasilitas sanitasi warga kembali pulih sepenuhnya.
